Maaf untuk hal yang mengecewakan. Untuk hal yang tidak sesuai harapan. Cinta itu tergesa gesa. Hingga kita lupa bahwa tak selamanya yang kita harapkan akan terlaksana. Akupun heran dengan suasana hati yang tak menentu ini. Mungkin aku terlalu nyaman dengan dinding yang kubuat sendiri untuk melindungiku sampai aku lupa rasanya nyaman dalam pelukan. Mungkin banyak yang meminta, tapi belum ada satupun yang bisa membuatku terdiam dalam pelukan. Aku rindu saat saat seperti itu. Saat kuterdiam dalam pelukan tanpa jeda, saat kuhitung detak jantung yang tak beraturan dan seketika lupa pada semesta.
Kini aku hanya bisa berharap sang pencipta skenario ini mendatangkan genggaman yang pas dalam segi apapun. Ya. Aku tidak butuh sosok yang sempurna, cukup yang membuatku terdiam dalam pelukannya. Yang membuatku membuka pintu hanya untuknya dan membuatku berhenti cemas akan hal yang belum tentu terjadi.
!doctype>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar